Sejarah Perubahan Iklim di Dunia


Sejarah Singkat Perkembangan Issue Perubahan Iklim

Peningkatan konsentrasi Gas Rumah Kaca (GRK) yaitu CO2, CH4, N2O, SF6, HFC dan PFC akibat aktivitas manusia menyebabkan meningkatnya radiasi yang terperangkap di atmosfer. Hal ini menyebabkan fenomena pamanasan global yaitu meningkatnya suhu permukaan bumi secara global. Pemanasan global mengakibatkan Perubahan Iklim, berupa perubahan pada unsur-unsur iklim seperti naiknya suhu permukaan bumi, meningkatnya penguapan di udara, berubahnya pola curah hujan dan tekanan udara yang pada akhirnya akan mengubah pola iklim dunia.

Pemanasan global dan perubahan iklim terutama terjadi akibat aktivitas manusia misalnya pemanfaatan bahan bakar fosil, kegiatan pertanian dan peternakan, atau dikarenakan konversi lahan yang tidak terkendali.

Konvensi Perubahan Iklim atau UNFCCC (United Nations Framework Convention on Climate Change) adalah sebuah kesepakatan yang bertujuan untuk menstabilkan konsentrasi gas rumah kaca (GRK, atau Green House Gas-GHG) di atmosfir, pada taraf yang tidak membahayakan kehidupan organisme dan memungkinkan terjadinya adaptasi ekosistem, sehingga dapat menjamin ketersediaan pangan dan pembangunan berkelanjutan.

Negara-negara yang telah meratifikasi konvensi harus berupaya menekan laju peningkatan emisi GRK di dalam negerinya. Namun pada konvensi ini dikenal adanya prinsip ”common but differentiated responsibilities”, dimana setiap negara memiliki tanggung jawab yang sama namun dengan peran yang berbeda-beda. Protokol Kyoto yang lahir tahun 1997 pada periode komitmen pertama I (2008-2012) menyebutkan bahwa negara-negara maju (dalam Konvensi disebut Annex-I countries, negara yang mengkontribusikan GRK dalam jumlah yang signifikan) diwajibkan untuk menurunkan emisinya. Hal ini tidak berlaku bagi negara-negara berkembang (Negara Non-Annex-I).

Berikut ini kita dapat melihat sejarah singkat perkembangan issue perubahan iklim yang terjadi di dunia hingga saat ini.

SEJARAH SINGKAT ISSUE PERUBAHAN IKLIM DI DUNIA

1979 The First World Climate Conference mengidentifikasi perubahan iklim sebagai sebuah permasalahan global sangat mendesak dan mengeluarkan deklarasi untuk mengundang pemerintah di seluruh dunia untuk mengantisipasinya. Hal ini ditindaklanjuti dengan pembentukan World Climate Programme dengan arahan World Meteorological Organization (WMO), United Nations Environment Programme (UNEP) dan International Council of Scientific Unions (ICSU) serta diikuti penyelenggaraan konferensi intergovernmental dalam issue perubahan iklim.

1988 Dilangsungkan debat dalam Toronto Conference on the Changing Atmosphere ketika lebih dari 340 peserta debat dari 46 negara merekomendasikan untuk membentuk comprehensive global framework convention sebagai upaya perlindungan atmosfer. Mengikuti proposal yang diajukan Malta, UN General Assembly menyampaikan issue perubahan iklim untuk pertama kali dengan mengadopsi Resolution 43/53. WMO dan UNEP membentuk Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), untuk mengkaji perubahan dunia yang telah terjadi, memperkirakan dampak yang ditimbulkannya dan mengajukan strategi untuk mmenanggulanginya.

1990 IPCC mempublikasikan First Assessment Report on the state of the global climate, yang menjadi dasar negosiasi di bawah United Nations General Assembly on a climate change convention. Tanggal 21 Desember UN General Assembly melalui Resolution 45/212 membentuk Intergovernmental Negotiating Committee for a Framework Convention on Climate Change (INC) sebagai “a single intergovernmental negotiating process under the auspices of the General Assembly.” Pertemuan INC berlangsung dalam lima sesi dalam selang waktu antara February 1991 dan May 1992.

1992 INC menyelesaikan teks konvensi dalam waktu 15 bulan dan diadopsi di New York pada tanggal 9 Mei dan dilaunching pada Bulan Juni di Rio de Janeiro Earth Summit, dimana UNFCCC dibuka untuk penandatanganan (signature) dan 154 negara menandatanganinya.

1994 Konvensi mulai berlaku tanggal 21 March

1995 COP-1 (Berlin) Jerman. INC menyelesaikan tugasnya untuk mempersiapkan implementasi konvensi. Parties menyetujui komitmen untuk Negara-negara industri dan menghasilkan “Berlin Mandate” yang menyebutkan tentang komitmen tambahan. Hasil COP1 :

⇒ membentuk Ad Hoc Group on the Berlin Mandate untuk menindaklanjuti negosiasi

⇒ memutuskan perlunya dilakukan pertemuan Subsidiary Body for Implementation (SBI, Article10 Konvensi) dan Subsidiary Body for Scientific and Technological Advice (SBSTA, Article9 Konvensi)

1996 COP-2 (Geneva) Swiss.

1997 COP-3 (Kyoto) Jepang, mengadopsi Kyoto Protocol. Protokol ini menciptakan target individual (dan terikat secara hukum) bagi negara-negara industri untuk mempersiapkan langkah-langkah positif dalam menurunkan emisi CO2 dan GHG lainnya.

1998 COP-4 (Buenos Aires) Argentina. Dihasilkan Buenos Aires Plan of Action (BAPA) yaitu rencana dua tahun untuk menyelesaikan perangkat praktis implementasi Konvensi.

1999 COP-5 (Bonn) Jerman

2000 COP-6 (The Hague). Dilangsungkan negosiasi dalam modalities of the Kyoto Protocol

2001 COP-6.5 (Bonn, Bulan Juli), Jerman. Persetujuan politis dalam modalities of the Kyoto Protocol.

Dihasilkan pula Bonn Agreement tentang system perdagangan emisi, Clean Development Mechanism (CDM), aturan untuk menghitung reduksi emisi dari carbon sinks, dan compliance regime. Selain itu juga menggarisbawahi paket dukungan keuangan dan teknologi untuk membantu Negara berkembang agar dapat berkontribusi dalam aksi global perubahan iklim dan dampaknya.

2001 COP-7 (Marrakech) Maroko; finalisasi teknis secara rinci mengenai Bonn Agreement terkait Kyoto Protocol yang disebut “Marrakech Accords”

2002 COP-8 (New Delhi) India, merupakan sesi pertama yang dilakukan setelah penyelesaian negosiasi di bawah BAPA. COP8 mengadopsi Delhi Ministerial Declaration on Climate Change and Sustainable Development dan New Delhi work programme dalam aspek pendidikan, training dan public awareness.

2003 COP-9 (Milan) Itali, mengadopsi keputusan kegiatan afforestasi dan reforestasi di bawah skema CDM.

2004 COP-10 (Buenos Aires) Argentina,  membahas adaptasi perubahan iklim dan menghasilkan Buenos Aires programme of work on adaptation and response measures.

2005 COP-11 and COP/MOP 1 (Montreal) Kanada. Protokol Kyoto mulai berlaku sejak 16 Februari dan pada penyelenggaraan COP11 ini dilangsungkan pula first Conference of the Parties serving as the meeting of the Parties to the Kyoto Protocol (COP/MOP1), dengan terobosan politis untuk memulai suatu dialog tentang strategic long-term cooperative action.

2006 COP-12 and COP/MOP 2 (Nairobi). Kenya

Sampai dengan Bulan September 2006, 189 negara dari total anggota UN (191 negara), dan European Community (EU) bergabung dalam Konvensi (164 negara dan EU bergabung dalam Kyoto Protocol). Hal ini menunjukkan secara jelas bahwa Konvensi Perubahan Iklim merupakan satu persetujuan internasional yang ada yang memperoleh dukungan paling banyak dari seluruh dunia.

2007 COP- 13 and COP/MOP 3 pada bulan Desember tahun 2007 dilakukan di Bali Indonesia.

Ada beberapa hasil rekomendasi yang dihasilkan pada pertemuan ini dimana semuan peserta yang mengikuti kegiatan ini menungkannya ke dalam dokumen yang disebut Bali Action Plan dan Bali Road Map. Salah satu rekomendasinya adalah pembahasan dan persiapan penerapan skema Reducing Emission from Deforestation and Forest Degradation (REDD).

2008 COP- 14 (Poznan) pada bulan Desember tahun 2008 yang dilakukan di Poznan Polandia.

Adapun hasil yang didapat pada pertemuan ini adalah tentang dana adaptasi dan transfer teknologi, hasil Konferensi Perubahan Iklim di Poznan ini menyebutkan bahwa Jepang mengumumkan pengurangan emisi jangka panjang 50% pada 2050. Sedangkan Amerika Serikat akan menjadi pemimpin dalam pencegahan perubahan iklim. Langkah-langkah akan diambil untuk mengurangi emisi CO2 sebesar 80% pada 2050.

2009 COP- 15  and CMP 5, KTT ini diselenggarakan di Copenhagen, Denmark, 7-18 Desember 2009. Pertemuan akbar ini melibatkan 15.000 orang dari 192 negara dan dihadiri oleh 105 kepala Negara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: