ANALISIS DAERAH KERITIS DI ACEH


DAERAN RAWAN BANJIR DAN TANAH LONGSOR.

Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam terdiri dari dataran rendah, perbukitan pegunungan sampai dataran tinggi. Sehingga membuat Propinsi ini daerah Rawan Banjir dan longsor.

Kerusakan vegetasi didaerah hulu dapat memperburuk keadaan sehingga dapat memicu/mempercepat terjadinya banjir dan longsor. Jika kita melihat intensitas bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi Aceh memiliki Banjir sering terjadi diaceh selama tahun 2006 saja tercatat ada 46 kali banjir yang menyebabkan ada sekitar 179 orang meninggal dan 200 orang hilang. Sedangkan angka pengungsi yang cukup tinggi 255.163 orang.

Sementara itu, akibat banjir dan longsor telah merusakkan berbagai infrastruktur dan mata pencaharian masyarakat, bencana banjir yang terjadi pada tahun 2006 sebagian besar merusak infrastruktur seperti, fasilitas umum 157 buah, jalan sepanjang 390 km, jembatan 38 buah, bendungan 3 buah, saluran sepanjang 43.256 meter, dan 27.646 keluarga kehilangan tempat tinggal. Selain hancurnya tempat tinggal, masyarakat juga kehilangan mata pencaharian, akibat hancurnya 34.141 ha sawah, 557 ha lahan perkebunan, dan 8.665,12 ha lahan perikanan.

19 KABUPATEN DI NAD RAWAN BENCANA BANJIR DAN LONGSOR

Sedikitnya 19 dari 23 kabupaten/kota di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) kini termasuk dalam “peta” rawan bencana, baik banjir maupun tanah longsor yang hampir setiap tahun melanda daerah itu.

Bencana alam banjir dan tanah longsor sering melanda lima daerah, yakni Aceh Tenggara, Gayo Lues, Aceh Tengah, Aceh Selatan dan Bener Meriah. Bencana tanah longsor yang melanda kelima daerah ini pada saat curah hujan tinggi sehingga sering menimbulkan korban jiwa dan kerugian material lainnya.

Sedangkan peta rawan banjir berada di sepuluh kabupaten, mulai dari pantai timur, utara hingga sejumlah daerah di barat selatan (Barsel) serta Kota Banda Aceh dan Aceh Besar. Daerah ini hampir setiap tahunnya luluh lantak diterjang bencana banjir bandang dan banjir genangan.

Daerah rawan banjir di pantai timur meliputi Aceh Tamiang dan Aceh Timur, Langsa, di wilayah utara tercakup Aceh Utara, Lhoseumawe,,Bireuen dan Pidie, sementara di Barsel Aceh terdiri atas wilayah Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Selatan dan Aceh Singkil, Subussalam.

Sedangkan untuk daerah Aceh besar dan Kota Banda Aceh sering terjadi banjir genangan, hal ini disebabkan karena sanitasi yang ada di daerah ini kurang baik. Pada tahun 2000 kedua daerah ini pernah terjadi banjir besar dimana hampir seluruh perjuru daerah yang ada di Kota Banda Aceh terendam oleh air dan kejadian ini terulang lagi Pada tanggal 25 januari 2007 yang lalu ada beberapa daerah yang berada di Kota Banda Aceh seperti; di Kecamatan Kuta Alam dan Kecamatan Syiah kuala serta ruas jalan T. Daud Berueh juga digenangi oleh air setinggi lutut orang dewasa. Sementara itu Aceh Besar Desa Lambaro Angan, Kecamatan Tungkop, juga dilanda banjir sehingga menyebabkan terganggunya aktifitas masyarakat dan perkantoran.

INTENSITAS BANJIR DAN TANAH LONGSOR DI ACEH

NO KABUPATEN TAHUN KEJADIAN KETERANGAN
1 KOTA BANDA ACEH 2000 dan Awal 2007 Bencana paling besar pada tahun 2000
2 ACEH BESAR 2000 dan Awal 2007 Bencana paling besar pada tahun 2000
3 ACEH TENGGARA 2000, 2005, 2006 Bencana paling besar tahun 2005
4 GAYO LUES 2000, 2005 dan 2006 Bencana paling besar tahun 2006
5 ACEH TENGAH 2005 dan 2006 Bencana paling besar tahun 2006
6 BENER MERIAH 2005 dan 2006 Bencana paling besar tahun 2006
7 ACEH SELATAN 2000, 2005 dan 2006 Bencana paling besar tahun 2006
8 ACEH SINGKIL 2000, 2002, 2004, 2005 dan 2007 Bencana paling besar tahun 2006
9 BIREUEN 2004, 2006 dan awal 2007 Bencana paling besar tahun 2006
10 ACEH TAMIANG 2002, dan 2006 Bencana paling besar tahun 2006
11 ACEH TIMUR 2000 dan 2006 Bencana paling besar tahun 2006
12 ACEH UTARA 2002, 2006 dan awal 2007 Bencana paling besar tahun 2006
13 ACEH JAYA 2000, 2004 dan 2006 Bencana paling besar tahun 2000
14 ACEH BARAT 2004 dan 2006 Bencana paling besar tahun 2006
15 NAGAN RAYA 2004 dan 2005 Bencana paling besar tahun 2004
16 ACEH BARAT DAYA 2000, 2004 dan 2006 Bencana paling besar tahun 2000
17 PIDIE 2000, 2005, 2006 dan 2007 Bencana paling besar tahun 2000 dan awal 2007

13 Kabupaten di NAD Rawan Bencana TSUNAMI

Setelah Tsunami melanda Aceh pada tanggal 26 Desember 2004 yang lalu, membuat propinsi ini menjadi daerah rawan akan gempa bumi, Secara geologis Aceh sangat rawan terhadap bencana gempa dan tsunami, antara lain dipengaruhi oleh:

  • Adanya gempa-gempa disebabkan pergerakan yang saling bertemu antara lempeng samudera Hindia dan lempeng Asia yang terdapat di bagian barat (Samudra Hindia).
  • Adanya gempa-gempa yang disebabkan oleh pergerakan patahan aktif Sumatera segmen Aceh yang melalui sekitar Banda Aceh.

Daerah rawan terjadinya tsunami di Aceh meliputi beberapa daerah mulai dari Pantai Utara, Pidie, Banda Aceh serta Pantai Barat Selatan secara keseluruhan. Daerah yang rawan Tsunami Adalah : (1) Aceh Utara/Lhoksemawe (2)Bireuen, (3) Pidie, (4) Aceh Besar, (5) Banda Aceh, (6) Aceh Jaya, (7) Aceh Barat, (8) Nagan Raya, (9) Aceh Barat Daya, (10) Aceh Selatan, (11) Aceh Singkil, (12) Sabang dan (13) Simeulue. Seperti  terdapat di peta berikut; Peta Rawan Tsunami di Aceh

One Response

  1. Terimakasih atas infonya mengenai daerah rawan tsunami Aceh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: