Sejarah Pelabuhan Bebas Sabang


SEJARAH PERKEMBANGAN PELABUHAN SABANG

Pada awal mulanya pelabuhan sabang terletak di daerah Paya Keunekai, karena daerah tersebut merupakan daerah ysng paling dekat dengan ujung pelabuhan Banda Aceh (Pelabuhan Ulee Lheue) lalu dalam perkembangannya pelabuhan sabang dipindahkan ke teluk Sabang dan Balohan.

Pada masa penjajaahan pelabuhan sabang sempat menjadi pelabuhan yang terkenal sebagai pelabuhan yang ramai, karean pada saat itu pemerintah belanda yang sedang menjajah Negeri Indonesia pernah membuka pelabuhan sabang sebagai pelabuhan perniagaan yang dikelola oleh salah satu badan yang disebut “sabang maatschappij”.

Berdasarkan sejarah perkembangan dan perniagaan yang menyangkut dengan status pelabuhan sabang sebagai pelabuhan bebas berdasarkan, informasi yang kami dapat dibawah ini informs ini didapat dari beberapa sumber, sebagai berikut:

Tahun

Kronologis

Keterangan

1881

Sabang dikenal dengan pelabuhan alamnya, Belanda mendirikan Kolen Station.

1884

Rencana Belanda untuk mendirikan suatu Kolestation di Balohan

1887

Firma De Lange membangun sarana penunjang untuk fasilitas pelabuhan dengan mendirikan Sabang Haven

1895

Dibuka pelabuhan bebas dan dikelola oleh Sabang Mactscappaij.

1942

Sabang diduduki oleh Jepang dan mengalami kehancuran fisik, Sabang sebagai pelabuhan bebas ditutup. Pelabuhan Sabang dijadikan menjadi Pelabuhan Pertahanan militer

1945

Indonesia Merdeka tetapi Sabang Masih diduduki oleh Belanda sampai dengan 29 Desember 1949 yaitu saat terjadinya Konverensi Meja Bundar

1950

Dengan ketetapan Mentri Pertahanan Republik Indonesia Serikat Nomor 9/MP/50 dan Pulau Weh diserahkan kepada Angkatan Laut Republik Indonesia serikat untuk dijadikan sebagai Basis Pertahanan Maritim Republik Indonesia.

1963

Sabang ditetapkan sebagai Pelabuhan Bebas dengan Penetapan Presiden No. 10 Tahun 1963.

1964

Peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 22 Tahun 1964 dibentuklah suatu lembaga Komando Pelaksana Pembangunan Proyek Pelabuhan Bebas Sabang (KP4BS)

1965

Kotapraja Sabang dibentuk dengan Undang-undang No. 10 Tahun 1965.

1970

Diterbitkannya Undang-undang No. 3 Tahun 1970 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang.

Diterbitkannya Undang-undang No. 4 Tahun 1970 tentang Penetapan Sabang sebagai Daerah Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas.

1985

Status Sabang sebagai Daerah Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang ditutup oleh Pemerintah RI melalui Undang-undang No. 10 Tahun 1985.

1993

Posisi Sabang mulai diperhitungkan kembali dengan dibentuknya Kerjasama Ekonomi Regional Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT).

1997

Dilaksanakannya Jambore Ilmu Pengetahuan dan Teknologi BPPT di Sabang untuk mengkaji kembali pengembangan Sabang.

1998

Kota Sabang dan Kecamtan Pulo Aceh dijadikan sebagai Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (KAPET) yang bersama-sama KAPET lainnya diresmikan oleh Presiden BJ. Habibie dengan Keppres No. 171 tanggal 26 September 1998.

2000

Pencanangan Sabang sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas oleh Presiden KH. Abdurrahman Wahid di Sabang dengan diterbitkannya Inpres No. 2 Tahun 2000 pada tanggal 22 Januari 2000.

Diterbitkannya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang No.2 Tahun 2000 tanggal 1 September 2000 tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang.

Diterbitkannya Undang-undang No. 37 Tahun 2000 tanggal 21 Desember 2000 tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: