Adakah Program REDD+ di Aceh ?


REDD di Aceh Tidak Ditolak Tapi Belum Tentu Diterima

Banda Aceh – Masih simpang siurnya informasi program REDD di Aceh yang semakin tidak jelas membuat tokoh masyarakat di Aceh Besar, Nasruddin angkat bicara. Mantan Imum Mukim Aceh Besar ini secara tegas mengatakan Program REDD di Aceh tidak ditolak tapi belum tentu diterima. Kepada The Globe Journal, Ia mengatakan baru-baru ini pihak UNDP mengundang tokoh masyarakat ke Jakarta untuk mengambil data terkait REDD ini (29/10). “Semua provinsi berkumpul di Jakarta khusus membicarakan soal REDD, tapi implementasinya tidak jelas,” kata Nasruddin.

Dalam acara “Membangun Zona Integritas Sektor Kehutanan di Wilayah Aceh” yang diselenggarakan oleh Transparansi International Indonesia (TII), di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh pada 30-31 Oktober 2012, Nasruddin juga mempertegas masalah REDD.Ini terungkap secara jelas dalam Forum Group Discussion (FGD) yang dipaparkan Kelompok II beranggotakan Aswita (STIK), Anwar Ibrahim (Serikat Mukim Aceh Jaya), TA Hadi (Serikat Mukim Aceh Barat), Desrizal (TFCA Aceh Program), Affan Absori (BKSDA Aceh), Saodah Lubis (BKPP Aceh), Abdul Hadi Zakaria (Majelis Mukim Pidie), Murtala (Inspektorat Aceh), Zulfikar Arma (JKMA), Bahar (Biro Ekonomi Aceh), Nanda Mariska (Unoe Hitam), Umri Praja Muda (Bappeda Aceh), OK Hasnanda (Peneliti), Subhan Bakri (Dishutbun Aceh Besar) dan Julifriadi dari RASTIK.

Pada kesempatan itu Kelompok II mengusung tema “Implementasi REDD di Aceh”. Implementasi REDD ini teridentifikasikan masalah di Aceh salah satunya, belum adanya informasi yang jelas, belum adanya kejelasan lembaga yang akan mengelola program tersebut dan minimnya pelibatan para pihak dalam mempersiapkan rencana implementasi REDD.

Usai presentasi kelompok, Nasruddin mempertegas bahwa untuk Kabupaten Aceh Besar program REDD ini tidak ditolak tapi belum tentu diterima.

Sama juga dengan Serikat Mukim Aceh Jaya, Anwar Ibrahim. Menurutnya masalah REDD ini semakin tidak jelas di Aceh. “Kami hanya di undang ke Banda Aceh, ikuti seminar di hotel mewah, dapat uang transport, begitulah seterusnya,” kata Anwar Ibrahim yang mengaku sudah 31 kali ikut seminar membicarakan REDD ini.

“Yang pergi ngak beli-beli dan yang beli ngak datang-datang,” katanya lagi.

sumber : http://theglobejournal.com/lingkungan/redd-di-aceh-tidak-ditolak-tapi-belum-tentu-diterima/index.php

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: